Diselenggarakan Pada 2021,Euro Resmi Di Tunda

Piala Eropa (Euro) 2020 yang semestinya digelar pada Juni hingga Juli tahun ini, resmi diundur oleh UEFA hingga musim panas tahun depan karena pandemi virus corona (COVID-19). UEFA memutuskan hal ini dalam konferensi video pada Selasa (17/3/2020).

“Kesehatan semua pihak yang terlibat adalah prioritas, (keputusan ini juga diambil) untuk menghindari tekanan yang tidak perlu pada layanan publik nasional yang terlibat dalam menggelar laga. Langkah ini akan membantu semua kompetisi domestik, yang saat ini ditunda karena darurat COVID-19, dapat diselesaikan,” keterangan dalam situs web resmi UEFA.

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang hanya memiliki satu tuan rumah, Euro 2020 akan dimainkan di 12 kota dalam 12 negara anggota UEFA. Keputusan memakai banyak tuan rumah ini dilakukan sebagai perayaan 60 tahun digelarnya Piala Eropa sejak 1960.

Kota-kota penyelenggara Euro edisi ke-16 ini adalah London (Inggris), Munchen (Jerman), Roma (Italia), Baku (Azerbaijan), Saint Petersburg (Rusia), Budapest (Hongaria), Amsterdam (Belanda), Bukharest (Rumania), Bilbao (Spanyol), Glasgow (Skotlandia), Dublin (Republik Irlandia), dan Kopenhagen (Denmark).

Namun, pandemi virus corona (COVID-19) membuat UEFA menunda Piala Eropa kali ini. Berdasarkan data Global Cases by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Johns Hopkins University hingga Selasa (17/3), Italia kini memiliki 31.506 kasus positif COVID-19. Negara ini ada di urutan kedua kasus positif terbanyak setelah Cina (81.058 kasus).

Negara-negara lain di Eropa juga memiliki jumlah kasus positif corona yang signifikan: Spanyol (11.748 kasus), Jerman (9.257 kasus), Perancis (7.683 kasus), Swiss (2.700 kasus), hingga Britania Raya (1.960 kasus) masuk 10 negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin mengakui, digesernya jadwal Euro 2020 ke musim panas 2021 memang memakan biaya besar. Namun, menurutnya UEFA sebagai badan yang mengatur sepak bola Eropa, mesti “memimpin proses ini dan melakukan pengorbanan terbesar ,
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan pendanaan penting untuk akar rumput, sepak bola wanita, dan pengembangan sepak bola di 55 negara anggota kami tidak terpengaruh. Tujuan ada di atas keuntungan sudah menjadi prinsip panduan kami dalam mengambil keputusan ini demi kebaikan sepak bola Eropa secara keseluruhan” kata Ceferin dikutip situs web resmi UEFA.

Dengan mundurnya jadwal Euro 2020 untuk digelar tahun depan, maka liga-liga Eropa yang saat ini melakukan penundaan jadwal, bakal dapat menyelesaikan kompetisi sebagaimana mestinya, alias tidak menghentikan kompetisi di tengah jalan.

UEFA sudah memutuskan, musim kompetisi bakal berakhir pada 30 Juni 2020 jika situasi terkait pandemi corona sudah membaik, dan gelaran pertandingan sepak bola dapat dilakukan. Artinya, Liga Italia yang terhenti sementara pada giornata ke-26, Liga Spanyol yang disetop sampai jornada ke-27, Liga Inggris yang tertunda di pekan 29, dan liga-liga domestik lain di Eropa, punya waktu yang lebih panjang.

Selain itu, digesernya putaran final Euro 2020 membuat play-off kualifikasi menuju Piala Eropa tersebut dapat ditunda hingga Juni 2020. Saat ini ada 16 negara dalam 4 Jalur (Path) yang akan tampil di babak play-off tersebut. Mereka adalah Islandia, Bulgaria, Hungaria, dan Romania di Jalur A, Bosnia-Herzegovina, Slovakia, Republik Irlandia, dan Irlandia Utara di Jalur B, Skotlandia, Norwegia, Serbia, dan Israel di Jalur C, juga Georgia, Makedonia Utara, Kosovo, dan Belarusia di Jalur D.

Leave a Reply