Ambisi Terakhir CR7: Apakah Timnas Portugal Benar-benar Masih Butuh Cristiano Ronaldo di 2026?

Pertanyaan soal kelayakan Cristiano Ronaldo di Skuad Portugal bukan lagi sekadar debat warung kopi, melainkan perdebatan taktis berskala global yang kini ramai mempertemukan para pengamat di berbagai forum judi online.

Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, narasi seputar “The Last Dance” CR7 kembali bergema kencang. Berdasarkan analisis berita bola terbaru di awal tahun 2026, dinamika antara sang megabintang dan pelatih Roberto Martinez ternyata sudah memasuki babak baru yang sangat mengejutkan.

Tidak ada lagi drama egoistis, yang ada kini adalah sebuah kedewasaan taktis yang luar biasa. Jadi, apakah Skuad Selecao das Quinas masih benar-benar membutuhkannya? Mari kita bongkar faktanya!


1. Piala Dunia 2026 Menjadi Titik Akhir “The Last Dance”

Menjelang turnamen akbar di Amerika Utara yang bursa taruhannya selalu dipantau ketat oleh platform idn sports, teka-teki mengenai kapan Ronaldo akan gantung sepatu dari panggung internasional akhirnya terjawab dengan pasti. Ronaldo sendiri secara gamblang telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 dipastikan akan menjadi partisipasi terakhirnya dalam kompetisi akbar empat tahunan tersebut.

Ia menyadari penuh batasan dirinya. “Tentu saja, iya. Saya akan berusia 41 tahun dan saya pikir itu akan menjadi momen terakhir,” tegas mantan bintang Real Madrid dan Manchester United tersebut.

  • Kesadaran inilah yang membuat motivasinya di fase Kualifikasi dan Putaran Final nanti akan sangat berbeda.

  • Turnamen ini bukan lagi soal ajang pamer, melainkan panggung perpisahan untuk meninggalkan warisan abadi di sepak bola dunia.

2. Taktik Roberto Martinez: Mengubah Ronaldo Menjadi Finisher

Menjawab kritik publik terkait lambatnya pressing dan hilangnya kecepatan sprint sang megabintang, Roberto Martinez selaku arsitek utama Portugal punya pandangan rasional yang acapkali dijadikan rujukan oleh para bandar bola. Dalam sebuah wawancara terbarunya di awal 2026, Martinez menegaskan bahwa Ronaldo yang saat ini membela timnas bukanlah pemain sayap yang sama dengan 21 tahun lalu.

“Sekarang, dia lebih banyak berperan sebagai pemain posisi, seorang penyerang murni. Dia adalah pemain yang, bagi kami, adalah finisher,” jelas Martinez. Apakah insting itu masih tajam? Statistik membuktikannya:

  • Martinez secara terbuka menyebutkan bahwa memiliki striker dengan torehan 25 gol dalam 30 pertandingan terakhir untuk tim nasional adalah sebuah hadiah yang tak ternilai bagi seorang pelatih.

  • Di saat permainan menemui jalan buntu melawan pertahanan blok rendah, insting pembunuh Ronaldo di dalam kotak penalti adalah senjata yang tidak dimiliki penyerang Portugal lainnya seperti Goncalo Ramos atau Joao Felix.

3. Ronaldo Utamakan Timnas dan Rela Menjadi Cadangan

Dinamika mengejutkan di awal tahun 2026 ini langsung merombak peta prediksi di berbagai situs judi bola, di mana Cristiano Ronaldo secara jantan menyatakan bahwa dirinya siap menjadi pemain cadangan di Piala Dunia demi kebaikan Portugal. Jika pada Piala Dunia 2022 lalu status cadangan Ronaldo memicu drama besar di ruang ganti, situasi saat ini berubah 180 derajat.

  • Performa adalah Mutlak: Roberto Martinez mengirimkan pesan tegas bahwa tidak ada posisi yang dijamin secara otomatis untuk siapa pun di skuad 2026. Reputasi masa lalu tidak bisa mengalahkan performa saat ini.

  • Kesiapan Mental Legenda: Martinez menyatakan jika standar performanya menurun, bahkan seorang legenda seperti Ronaldo harus siap memulai laga dari bangku cadangan.

  • Peran Baru di Ruang Ganti: Suasana tim menjadi jauh lebih sehat; Ronaldo kini berperan layaknya mentor senior yang membimbing talenta muda, namun siap diturunkan sebagai Super Sub di 20 menit terakhir untuk menghancurkan bek lawan yang kelelahan.

4. Rekor 1.000 Gol?

Ronaldo dan rekor adalah dua kata yang tak terpisahkan. Semua orang tahu bahwa CR7 memiliki ambisi gila untuk menembus rekor pencetak 1.000 gol resmi sepanjang kariernya sebelum pensiun. Namun, mendekati Piala Dunia 2026, prioritas itu tampaknya mulai bergeser.

Laporan terbaru dari Goal.com pada 27 Februari 2026 mengungkap penjelasan Martinez bahwa Ronaldo kini “tidak lagi peduli” atau setidaknya tak lagi terobsesi membabi-buta dengan target 1.000 gol tersebut. Sikap sang legenda telah berubah seiring makin dekatnya garis akhir kariernya.

Alih-alih memaksakan diri mengambil setiap tendangan bebas atau menembak dari posisi mustahil demi rekor pribadi, fokus Ronaldo kini murni pada efisiensi permainan tim. Perubahan mindset ini justru membuat pergerakannya menjadi lebih sulit ditebak oleh bek lawan.

5. Status GOAT yang Tak Terbantahkan

Satu hal yang pasti, Roberto Martinez sangat melindungi aset terbesarnya. Di tengah perdebatan panjang antara Lionel Messi dan Ronaldo yang sering dikaitkan dengan trofi Piala Dunia, Martinez pasang badan.

Sang pelatih menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo layak menyandang status sebagai pemain terbaik sepanjang masa, terlepas dari apakah ia pada akhirnya berhasil membawa Portugal juara di 2026 atau tidak. Martinez menilai bahwa konsistensi luar biasa, torehan lima Ballon d’Or, dua gelar juara bersama timnas (Euro dan UEFA Nations League), serta total 226 caps dan 143 gol internasional sudah lebih dari cukup untuk mengunci status abadinya.


Kepingan Puzzle, Bukan Lagi Matahari

Lalu, apakah Portugal benar-benar masih butuh Cristiano Ronaldo di 2026?

Jawabannya, Sangat butuh. Namun, dengan catatan penting, mereka tidak lagi membutuhkannya sebagai “Matahari” yang menjadi poros utama dari segala taktik. Mereka membutuhkan Ronaldo sebagai kepingan puzzle pelengkap yang sangat mahal.

Ketenangannya mengeksekusi penalti, kemampuannya menarik tiga bek lawan sekaligus di kotak penalti, serta auranya di ruang ganti adalah hal-hal non-teknis yang tidak bisa digantikan oleh pemain muda mana pun di Portugal saat ini. Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung di mana kita tidak lagi melihat Ronaldo yang berlari maraton 90 menit, melainkan seorang penembak jitu yang keluar di momen-momen paling krusial.

Siapkan diri Anda, karena The Last Dance sang Komandan di Amerika Utara nanti dijamin akan sangat emosional!

Maksimalkan Euforia “The Last Dance” Bersama VIO88!

Membahas nasib dan ambisi Ronaldo menjelang Piala Dunia memang tidak pernah ada matinya. Perubahan peran CR7 yang kini lebih legawa menjadi Super Sub pastinya bakal bikin peta kekuatan dan pasaran taruhan Timnas Portugal berubah drastis. Bayangkan saja, ketika odds Portugal sedang tertinggal, lalu pada menit 75 Ronaldo masuk—itu adalah momen Live Betting paling krusial!

Daripada analisis tajam soal taktik Portugal ini cuma jadi pajangan, mending langsung action dan ubah wawasan bola Anda jadi keuntungan maksimal di platform betting bola para petaruh cerdas, VIO88. Kenapa wajib pasang taruhan di VIO88?

  1. Pasaran Outright Piala Dunia 2026 Sudah Dibuka: Yakin Ronaldo bakal menutup kariernya dengan trofi Piala Dunia? Sikat langsung taruhan Outright untuk Timnas Portugal di VIO88 mumpung odds belum anjlok.

  2. Meracik Mix Parlay dengan Bebas: Merasa Kualifikasi Zona Eropa mudah ditebak? Gabungkan prediksi kemenangan Portugal, Prancis, dan Spanyol dalam satu tiket lewat fitur Mix Parlay untuk keuntungan berkali-kali lipat.

  3. Platform Terpercaya, Withdraw Cepat: VIO88 sangat diakui sebagai Agen Bola Terpercaya di Indonesia. Berapa pun tebakan jackpot Anda cair, tim kami akan memprosesnya secara real-time masuk ke rekening tanpa syarat berbelit.

Jangan biarkan momen sejarah perpisahan sang megabintang berlalu begitu saja. Ikut rasakan ketegangannya, pasang tebakan terjitu Anda, dan raih cuannya sekarang juga!

Declan-Rice-Telah-Percaya-Arsenal-Bisa-Meraih-Gelar-Liga-Premier-Inggirs

Declan Rice Telah Percaya Arsenal Bisa Meraih Gelar Liga Premier Inggirs

Declan Rice telah memberi tip kepada Arsenal untuk gelar Liga Premier saat klub menyiapkan langkah musim panas yang besar untuk gelandang tersebut.

The Gunners telah lama mengagumi pemain berusia 24 tahun itu dan Standard Sport memahami bahwa mereka kini telah bergerak maju dari kedua klub Manchester dalam perlombaan untuk mengontraknya.

Mikel Arteta menjadikan gelandang West Ham itu sebagai target musim panas utama dengan keyakinan kedatangannya dapat membantu membawa klub ke level berikutnya.

Kesepakatan apa pun, yang kemungkinan akan menelan biaya sekitar £100 juta, akan menghancurkan rekor transfer Arsenal, yang saat ini mencapai £72 juta yang dibayarkan untuk Nicolas Pepe pada musim panas 2019.

Siapa bilang judi bola online itu membosankan? Di situs idn sports, setiap taruhan bisa jadi cerita lucu! Dengan keamanan terjamin dan bonus yang bikin senyum, Anda akan merasakan kesenangan tanpa batas. Jangan ragu untuk bergabung dengan platform terpercaya agen sbobet yang penuh tawa dan kegembiraan. Daftar hari ini dan buktikan bahwa Anda bisa jadi pemenang atau setidaknya punya cerita seru untuk diceritakan!

Rice berbicara tentang keinginannya untuk bermain sepak bola Liga Champions saat menjalani tugas Piala Dunia bersama Inggris dan West Ham semakin pasrah kehilangan lulusan akademi mereka.

Rumor-Transfer-Declan-Rice-Ke-Arsenal

Baca juga: Anass Zaroury Membantu Burnley Memperjauh Poin Di Championship

Gelandang – yang kontraknya berjalan hingga akhir musim depan – telah menolak beberapa tawaran kontrak baru di Stadion London dan klub secara pribadi menerima bahwa mereka harus menjual musim panas ini atau berisiko kehilangan biaya transfer yang besar.

Sementara West Ham memiliki opsi perpanjangan 12 bulan, musim panas ini pasti merupakan kali terakhir untuk menjual apa pun yang mendekati permintaan besar mereka.

Chelsea telah dikaitkan dengan kepindahan ke Rice tetapi dipahami minat mereka telah mereda.

Berbicara setelah kekalahan West Ham di Stadion Emirates pada bulan Desember, bintang Inggris itu mengatakan: “Mereka adalah tim top yang bisa Anda lihat, mereka dilatih dengan sangat baik, memiliki banyak bakat menyerang, skuad muda dan mereka bisa terus maju. Tentu.

“Kami berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan mereka, kami gagal. Anda tidak dapat mempertahankannya selama 90 menit melawan tim seperti Arsenal, sama halnya melawan City. Dengan sepak bola yang mengalir bebas, mereka berhasil melewatinya.”

Anass-Zaroury-Membantu-Burnley-Memperjauh-Poin-Di-Championship

Anass Zaroury Membantu Burnley Memperjauh Poin Di Championship

Anass Zaroury membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk mengumumkan kembalinya dia dari Piala Dunia saat Burnley memastikan kemenangan 3-0 atas Birmingham City.

Pemain sayap Maroko, yang bermain untuk negaranya di play-off untuk memperebutkan tempat ketiga hanya 10 hari sebelumnya, langsung kembali beraksi oleh manajer Vincent Kompany dan merespons dengan mencetak gol tercepat di Championship musim ini, dengan waktu 50 detik. jam.

Mengapa menunggu untuk meraih impian Anda? Di agen judi bola, setiap taruhan adalah langkah menuju kemenangan! Dengan platform taruhan bola yang aman dan bonus menarik, Anda memiliki semua alat yang diperlukan untuk sukses. Bergabunglah dengan komunitas kami di link situs vio88 dan temukan inspirasi dari para pemenang lainnya. Daftar sekarang dan mulailah perjalanan Anda menuju keberhasilan!

Baca juga: IDN Sports : Empat Alasan Taruhan Sepakbola Online Populer

Connor Roberts, pemain lain yang mencicipi aksi Piala Dunia bersama Wales, mencetak gol tepat sebelum jeda dan Nathan Tella menyelesaikannya di akhir pertandingan.

Kemenangan tersebut menempatkan Burnley yang berada di puncak klasemen unggul tiga poin dari tim urutan kedua Sheffield United dan 11 poin di depan tetangga Blackburn, yang berada di urutan ketiga.

Irlandia internasional Josh Cullen memainkan permainan penuh untuk Clarets, menerima kartu kuning di babak pertama.

Sebelumnya pada hari itu, rekor tanpa kemenangan Swansea di EFL Championship diperpanjang menjadi delapan pertandingan setelah mereka kalah 2-1 dalam pertandingan sengit di Reading.

City tertinggal pada menit ke-27 ketika Andy Carroll dengan cerdas melakukan tendangan voli, dan bisa saja tertinggal lebih jauh lima menit kemudian.

Carroll ditarik oleh Jay Fulton di area penalti tetapi Yakou Meite menggelegar penalti yang dihasilkan tinggi di atas mistar gawang.

Tom Ince memperpanjang keunggulan Reading pada menit ke-53 dengan tendangan rendah untuk gol klubnya yang ke-100, tetapi Swansea memperkecil jarak pada menit ke-71 ketika pemain pengganti Liam Cullen mencetak gol dari jarak dekat.

Jeff Hendrick bermain 90 menit untuk Royals, sementara Shane Long melihat waktu permainan beberapa menit di akhir pertandingan. Untuk Swansea, Ryan Manning terlibat sepanjang pertandingan.

Belum Ada Keputusan Resmi,Liverpool Belum Bisa Mengakhiri 30 Tahun Penantiannya

Liverpool menjadi tim Liga Inggris yang sangat kuat musim ini. Berada di puncak klasemen dengan jarak 25 poin dari peringkat kedua Manchester City. Namun gelar juara yang sudah di depan mata, berakhir tanpa kepastian karena virus corona.
Karena itu semua pemain Liverpool disarankan menjaga kesehatan mental terkait ancaman gagal juara liga. Skuat The Reds diimbau lebih fokus meminimalkan infeksi virus corona.

Liverpool sudah 30 tahun tidak mencicipi gelar juara Liga Inggris. Karena itulah, semuanya sangat berharap bisa mengunci gelar juara musim ini, apalagi The Red hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk bisa menyegel gelar juara Liga Inggris pertama mereka dalam 30 tahun terakhir.

Kalau saja Liga Inggris tidak dihentikan, Liverpool bisa berpesta lebih cepat merayakan kemenangan. Apalagi Klub asal Merseyside itu unggul 25 poin di atas rival terdekat mereka, Manchester City.

Namun, asa Liverpool untuk bisa segera menjadi juara lebih awal sirna lantaran wabah virus corona. Pandemi COVID-19 memaksa Liga Inggris ditunda sejak pertengahan Maret ini hingga bulan April 2020.

Di tengah penundaan tersebut, muncul isu jika Liga Inggris musim ini akan dibatalkan sepenuhnya andai virus corona belum juga bisa diatasi di Negeri Ratu Elizabeth. Alhasil, upaya Liverpool untuk bisa meraih gelar juara Premier League terancam kandas di tengah jalan.

Untuk meminimalkan resiko stres para pemain di tengah ketidakpastian tersebut, Liverpool memberikan saran kesehatan mental buat seluruh skuatnya. Melansir Daily Mail, bantuan itu diberikan melalui sebuah dokumen berjudul “Kesehatan Mental dan Kesejahteraan” yang disusun psikolog klub, Lee Richardson.

Pada dokumen tersebut, dituliskan jika keputusan terkait Premier League bukan berada dalam kendali Mohamed Salah dkk. Para pemain lebih diharapkan mampu mengontrol sikap dan menjaga diri di tengah wabah virus corona.

Selain itu, Richardson turut mengimbau para pemain Liverpool memulai hari dengan latihan pernapasan untuk mereduksi stres. Mereka juga diharapkan lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga dan mengurangi akses ke media sosial dan berita terkait klub.

“Dalam upaya fokus kepada kontrol dan penerimaan sesuatu yang tak bisa dikendalikan, semisal Premier League dan respon pemerintah, kami mendapat kesempatan terbaik untuk melampaui tantangan psikologis. Sebagaimana yang manajer telah katakan sebelumnya, sepakbola bukan hal yang paling penting.” kata Richardson, dikutip dari Daily Mail.

“Menjaga kesehatan dan keamanan semua orang adalah yang terpenting saat ini. Seperti yang anda ketahui, menyikat gigi secara teratur meningkatkan kesehatan gigi. Dengan cara yang sama, pernapasan diafragma yang baik meningkatkan kesehatan mental,” ujarnya.

Diselenggarakan Pada 2021,Euro Resmi Di Tunda

Piala Eropa (Euro) 2020 yang semestinya digelar pada Juni hingga Juli tahun ini, resmi diundur oleh UEFA hingga musim panas tahun depan karena pandemi virus corona (COVID-19). UEFA memutuskan hal ini dalam konferensi video pada Selasa (17/3/2020).

“Kesehatan semua pihak yang terlibat adalah prioritas, (keputusan ini juga diambil) untuk menghindari tekanan yang tidak perlu pada layanan publik nasional yang terlibat dalam menggelar laga. Langkah ini akan membantu semua kompetisi domestik, yang saat ini ditunda karena darurat COVID-19, dapat diselesaikan,” keterangan dalam situs web resmi UEFA.

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang hanya memiliki satu tuan rumah, Euro 2020 akan dimainkan di 12 kota dalam 12 negara anggota UEFA. Keputusan memakai banyak tuan rumah ini dilakukan sebagai perayaan 60 tahun digelarnya Piala Eropa sejak 1960.

Kota-kota penyelenggara Euro edisi ke-16 ini adalah London (Inggris), Munchen (Jerman), Roma (Italia), Baku (Azerbaijan), Saint Petersburg (Rusia), Budapest (Hongaria), Amsterdam (Belanda), Bukharest (Rumania), Bilbao (Spanyol), Glasgow (Skotlandia), Dublin (Republik Irlandia), dan Kopenhagen (Denmark).

Namun, pandemi virus corona (COVID-19) membuat UEFA menunda Piala Eropa kali ini. Berdasarkan data Global Cases by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) di Johns Hopkins University hingga Selasa (17/3), Italia kini memiliki 31.506 kasus positif COVID-19. Negara ini ada di urutan kedua kasus positif terbanyak setelah Cina (81.058 kasus).

Negara-negara lain di Eropa juga memiliki jumlah kasus positif corona yang signifikan: Spanyol (11.748 kasus), Jerman (9.257 kasus), Perancis (7.683 kasus), Swiss (2.700 kasus), hingga Britania Raya (1.960 kasus) masuk 10 negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia. Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin mengakui, digesernya jadwal Euro 2020 ke musim panas 2021 memang memakan biaya besar. Namun, menurutnya UEFA sebagai badan yang mengatur sepak bola Eropa, mesti “memimpin proses ini dan melakukan pengorbanan terbesar ,
“Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan pendanaan penting untuk akar rumput, sepak bola wanita, dan pengembangan sepak bola di 55 negara anggota kami tidak terpengaruh. Tujuan ada di atas keuntungan sudah menjadi prinsip panduan kami dalam mengambil keputusan ini demi kebaikan sepak bola Eropa secara keseluruhan” kata Ceferin dikutip situs web resmi UEFA.

Dengan mundurnya jadwal Euro 2020 untuk digelar tahun depan, maka liga-liga Eropa yang saat ini melakukan penundaan jadwal, bakal dapat menyelesaikan kompetisi sebagaimana mestinya, alias tidak menghentikan kompetisi di tengah jalan.

UEFA sudah memutuskan, musim kompetisi bakal berakhir pada 30 Juni 2020 jika situasi terkait pandemi corona sudah membaik, dan gelaran pertandingan sepak bola dapat dilakukan. Artinya, Liga Italia yang terhenti sementara pada giornata ke-26, Liga Spanyol yang disetop sampai jornada ke-27, Liga Inggris yang tertunda di pekan 29, dan liga-liga domestik lain di Eropa, punya waktu yang lebih panjang.

Selain itu, digesernya putaran final Euro 2020 membuat play-off kualifikasi menuju Piala Eropa tersebut dapat ditunda hingga Juni 2020. Saat ini ada 16 negara dalam 4 Jalur (Path) yang akan tampil di babak play-off tersebut. Mereka adalah Islandia, Bulgaria, Hungaria, dan Romania di Jalur A, Bosnia-Herzegovina, Slovakia, Republik Irlandia, dan Irlandia Utara di Jalur B, Skotlandia, Norwegia, Serbia, dan Israel di Jalur C, juga Georgia, Makedonia Utara, Kosovo, dan Belarusia di Jalur D.

Covid-19

Situasi Pertandingan 5 Liga Terbaik Akibat Covid-19

Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1 Ditangguhkan Demi Alasan Keselamatan Dan Kemanusiaan

Akhir pekan lalu sepertinya terasa sepi bagi banyak penggemar sepakbola. Pasalnya, lima liga sepak bola top Eropa yang setiap pekan biasanya menghiasi layar kaca tengah ditangguhkan menyusul penetapan wabah virus corona sebagai pandemi global oleh WHO beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah setempat bersama dengan federasi sepak bola di benua Eropa langsung mengambil sikap untuk menghentikan sementara kompetisi sepakbola di negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menghambat penyebaran covid-19 yang tengah meluas di benua Eropa.
Selain itu, beberapa figur sepak bola pun sudah banyak yang positif terkena virus yang berasal dari negara Tiongkok ini. Contohnya saja, Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, yang dikabarkan terinfeksi virus ini beberapa waktu yang lalu, dan masih banyak juga yang lain.

Kabar baik untuk para penggemar sepakbola, yakni ditangguhkannya 5 liga sepak bola top Eropa ini hanya bersifat sementara, sekitar empat belas hari waktunya. Namun, hal itu juga melihat kondisi penyebaran covid-19 di benua biru tersebut.

Berikut rangkuman kondisi Premier League, LaLiga, Serie A, Bundesliga dan Ligue 1 akibat covid-19.

Premier League

Premier-League

Ditangguhkan sejak: 13 Maret 2020
Ditangguhkan hingga: 4 April 2020

Pertandingan yang dimainkan: pekan ke-28/29 dari 38
Premier League atau Liga Inggris dikabarkan akan ditangguhkan setidaknya hingga 4 April 2020 mendatang. Langkah tersebut dipicu terjangkitnya Mikel Arteta dan Callum Hudson-Odoi baru-baru ini.
Liga Inggris tengah memasuki pekan ke-29 dengan menyisakan 9 pertandingan lagi. Pemuncak klasemen sementara, Liverpool, masih unggul 25 poin dari Manchester City di peringkat kedua. The Reds hanya perlu dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar Liga Inggris mereka sejak terakhir kali didapatkan tahun 1990.
Sementara itu, perebutan zona Liga Champions musim depan juga tengah sengit. Di posisi kelima klasemen sementara, yang tengah ditempati oleh Manchester United, bisa sebagai tiket masuk Liga Champions musim depan menyusul hukuman larangan 2 tahun Man City oleh UEFA.

La Liga

La-Liga

Ditangguhkan sejak: 12 Maret 2020
Ditangguhkan hingga: 3 April 2020

Pertandingan yang dimainkan: pekan ke-27 dari 38
La Liga Spanyol juga ditangguhkan setidaknya hingga dua pekan kedepan. Hal tersebut dipicu akibat semakin masifnya penyebaran covid-19 di Spanyol. Saat ini, kasus virus corona aktif di Spanyol telah mencapai angka 2.277 dan 55 di antaranya berakhir meninggal dunia.
Perebutan gelar juara La Liga Spanyol sepertinya tinggal menyisakan dua tim, yakni antara Barcelona dan Real Madrid. Sebab, dua tim raksasa Spanyol ini berjarak 9 poin dari peringkat ketiga di klasemen sementara hingga pekan ke 27.
Selain itu, perebutan zona Liga Champions juga tidak kalah sengit. Sebab, peringkat ke 3 hingga ke 7 hanya berjarak dua sampai lima poin.

 

Serie A

Serie-A

Ditangguhkan sejak: 9 Maret 2020
Ditangguhkan hingga: 3 April 2020
Pertandingan yang dimainkan: pekan ke-25/26 dari 38
Bukan hanya kompetisi sepak bola, seluruh aktivitas olahraga bahkan ditangguhkan di Italia. Serie A sendiri, bersama semua kompetisi lainnya di Italia, telah ditunda sampai 3 April mendatang.
Namun, menilik situasi di Negeri Piza yang begitu terpukul oleh virus corona, ada kemungkinan Serie A bisa diundur sampai bulan Mei 2020. Hal tersebut dipicu oleh sudah ada 11 pemain dari Juventus, Fiorentina, dan Sampdoria yang positif terinfeksi covid-19.
Pada klasemen sementara, perebutan scudetto tengah sengit antara Juventus, Lazio, dan Inter Milan. Peringkat 1 dan 2 hanya selisih satu poin, sedangkan Inter Milan yang berada di peringkat 3 selisih delapan poin dengan memiliki 1 cadangan laga.
Selain itu, perebutan tempat Liga Champions pun tak kalah seru. Atalanta dan AS Roma pada peringkat keempat dan kelima hanya berjarak 3 poin.

Bundesliga

Bundesliga

Ditangguhkan sejak: 13 Maret 2020
Ditangguhkan sampai: 2 April 2020

Pertandingan yang dimainkan: pekan ke 25 dari 34
Operator kompetisi sepak bola Liga Jerman, DFL, akhirnya juga memutuskan untuk menunda kompetisi Bundesliga 2 April 2020. Keputusan ini sekaligus mengubah kebijakan yang tadinya dibuat DFL untuk tetap menggelar laga Bundesliga 26 dengan format tanpa penonton.
Bayern Muenchen masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan keunggulan empat poin dari peringkat kedua, Borussia Dortmund. Selain itu, perebutan peringkat 4 besar nampaknya sangat sengit. Sebab, hingga pekan ke 25, selisih dari peringkat ke lima hingga dua hanya berjarak tiga poin.

Ligue 1

 

 

 

 

 

 

Ditangguhkan sejak: 13 Maret 2020
Ditangguhkan sampai: Belum ditentukan
Pertandingan yang dimainkan: pekan ke-27/28 dari 38
Ligue 1 Prancis menjadi yang terakhir dari lima liga top Eropa yang ditangguhkan. Hal tersebut menyusul penyebaran covid-19 yang cepat di Prancis. Berdasarkan worldometers.info, jumlah penderita virus corona di Prancis mencapai 2.876 orang per Jumat (13/3). 61 dari 2.876 orang itu meninggal dunia.
Namun, operator Liga Prancis belum menetapkan tanggal kembalinya kompetisi tersebut. Ligue 1 ditangguhkan “sampai pemberitahuan lebih lanjut”.

Sama seperti di Liga Inggris, nampaknya juara liga tersebut juga sudah dapat dipastikan. Paris Saint-Germain merupakan pemimpin klasemen sementara dengan keunggulan 12 poin dari peringkat kedua, Marseille. Skuat asuhan Thomas Tuchel pun masih mengantongi 1 pertandingan liga dibanding tim lain.
Selain dua tim yang kemungkinan besar lolos ke Liga Champions musim depan itu, ada pula Rennes dan Lille yang sedang bersaing untuk lolos ke Liga Europa musim depan tanpa menghadapi kualifikasi. Mereka hanya berselisih satu poin pada tempat ketiga dan keempat

Skandal-Mancester-City-Serta-Larangan-Bermain-Di-Liga-Champion

Skandal Mancester City Serta Larangan Bermain Di Liga Champion

Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Eropa. Sang juara bertahan Premier League, Manchester City, dilarang bermain di kompetisi Eropa selama dua musim ke depan. Jelas kabar buruk bagi pasukan Josep Guardiola.

Hukuman ini jelas berat bagi tim sekelas Man City yang sebenarnya sudah lama mengincar trofi paling bergengsi di level klub tersebut. Hukuman larangan bermain selama dua tahun jelas sulit diterima.

The Citizens sudah menyiapkan rencana untuk mengajukan banding, tapi mau tak mau hukuman ini sudah telanjur menimbulkan gejolak di dalam dan di luar lapangan. Para pemain terbaik Man City mulai diliputi keraguan.

Sebenarnya apa sih kesalahan Man City sampai harus dihukum seberat itu? Menukil Goal internasional, baca ulasan berikut ini.

manchester-city-2020

Mengapa Dilarang Bermain di Eropa?

UEFA menjatuhkan hukuman berat ini karena Man City terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan Financial Fair Play. Selain dihukum selama dua tahun, Man City juga harus membayar denda sebesar 30 juta euro.

Sebelumnya, investigasi yang dilakukan oleh Adjudicatory Chamber of UEFA’s Club Financial Control Body (CFCB) menemukan bahwa Man City bersalah atas pelaporan pendapatan sponsor yang berlebihan pada mulai tahun 2012 sampai 2016.

Singkatnya, Man City telah memalsukan pendapatan sponsor mereka untuk menyeimbangkan neraca keuangan. Penyelidikan ini sebenarnya sudah mulai dilakukan CFCB pada Maret 2019 lalu dan akhirnya menyampai kesimpulan baru-baru ini.

Tentu CFCB tidak tiba-tiba menyelidiki. Awalnya, media asal Jerman, Der Spiegel, menuding Man City telah melakukan pelanggaran berat setelah mendapatkan bocoran dokumen dari Football Leaks.

CFCB menemukan bukti bahwa Man City sengaja menggelembungkan pendapatan sponsor, yang membuat mereka bisa menghabiskan banyak uang di bursa transfer, yang jelas telah menipu UEFA.

Menurut dokumen yang bocor tersebut, pemilik Man City, Sheikh Mansour, telah menggelontorkan 67,5 juta poundsterling untuk meningkatkan pendapatan sponsor tahunan Man City.

Laporan Der Spiegel pun menjelaskan bahwa Man City telah menipu UEFA demi memenuhi syarat sejumlah aturan FFP.

Tanggapan City Atas Keputusan Tersebut

Sampai artikel ini mengudara, GOAL mengatakan bahwa Man City masih belum berbicara banyak di depan media. Tim biru itu diduga bakal mempertahankan sikap yang sama sampai banding mereka diterima.

Benar, Man City sudah menyatakan bakal mengajukan banding dan membantah tudingan pelanggaran FFP tersebut. Pada pertanyaan pertama, Man City mengatakan bahwa mereka “kecewa tapi tidak terkejut” dengan keputusan UEFA tersebut.

Man City pun menegaskan sikap mereka untuk mengajukan banding secepat mungkin melalui Court of Arbitration for Sport (CAS), serta mengecam proses penyelidikan sepihak UEFA.

Bagaimana Nasib Man City di Premier League?

Peraturan UEFA menyatakan bahwa tim yang finis dalam empat besar Premier League bakal otomatis lolos ke Liga Champions musim berikutnya.

Jika banding Man City ditolak, jatah tiket mereka untuk Liga Champions 2020-21 bakal otomatis diberikan pada tim yang finis di peringkat ke-5 klasemen akhir (dengan asumsi Man City finis di empat besar).

Menurut peraturan Liga Champions UEFA 4.08, jika ada tim yang didiskualifikasi dari kompetisi, spot mereka langsung diberikan pada tim terbaik berikutnya di papan atas.

Bagaimana Jika Man City Juara UCL Musim Ini?

Peraturan UEFA menyatakan bahwa tim mana pun yang menjuarai Liga Champions bakal otomatis lolos ke kompetisi musim berikutnya, terlepas dari laju mereka di kompetisi domestik.

Namun, pada kasus ini, Goal menilai tetap tidak bisa bermain di Liga Champions musim depan, bahkan jika berhasil jadi juara musim ini.

Man City pun tidak akan diizinkan berman di Piala Super Eropa, serta mungkin dilarang di Piala Dunia Antarklub.

Baca Juga : Kontroversi VAR Di Dunia Sepak Bola

Eropa Dijuluki Raja Pengaturan Skor Dunia

Eropa Dijuluki Raja “Pengaturan Skor Dunia”

 

Di balik “yang asyik” dari tayangan bola ternyata ada badai heboh yang didalangi oleh kelompok mafia judi bola eropa dijuluki raja pengaturan skor. Beberapa waktu lalu, sebanyak 680 pertandingan bola dalam ajang penyisihan Piala Dunia dan laga Liga Champions dalam kurun antara 2008 dan 2001 terindikasi terkena virus bernama skandal pengaturan skor berskala global.

Adakah memang sepak bola internasional demikian bobrok karena terimbas oleh campur tangan mereka yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan nilai fair play yang merupakan jiwa dari setiap laga sepak bola? Tak heran jika Europol Rob Wainwright selaku direktur mengatakan lembaganya sedang mengidentifikasi sekitar 425 orang dari kalangan pejabat, pemain sampai pelaku kriminalitas yang terindikasi melakukan aksi pengaturan skor pertandingan bola. Dana yang terhimpun di sana ditaksir sebanyak 8 juta euro termasuk keuntungan dari hasil suap yang mencapai hampir 2,5 juta dolar Singapura.

Mereka yang terhimpun dalam jaringan mafia itu memanfaatkan prediksi bola hari ini dengan jaringan internet atau saluran telpon untuk berhubungan dengan sejumlah bandar yang berkedudukan di Asia. Komentator dari BBC, Phil Parry menyatakan merebaknya pengaturan skor sepak bola ikut menumbuhsuburkan korupsi di beberapa negara. “Saya berpendapat bahwa masyarakat akan sejenak tercengang ketika mereka mengatahui skala dari jaringan itu,” katanya.

Skandal pengaturan skor pertandingan merusak sendi-sendi integritas dalam olah raga, khususnya dalam sepak bola. “Masyarakat mulai menaruh keraguan akan integritas olah raga, mereka tidak akan mempercayai lagi hasil pertandingan,” katanya.

Pengamat bola asal Jerman, Rafael Buschmann menulis dalam majalah Der Spiegel bahwa pengaturan skor pertandingan yang terjadi di Eropa menunjukkan kiprah UEFA dan FIFA boleh jadi mengalami kegagalan, seiring usaha untuk mengungkap dalang beserta antek-anteknya dalam aksi itu.

Pada Februari 2011, dari sebuah dokumen lembaga pengadilan di Finlandia terungkap bahwa seorang warganegara Singapura bernama Wilson Raj Perumal telah bertemu dengan para wasit dan pejabat pertandingan untuk mengatur skor dua laga persahabatan berskala internasional. Menurut dokumen pengadilan itu, ia kemudian menyuap enam wasit agar “mengamankan” hasil laga sesuai kemauan para bandar bola. Ini jelas aksi mafia pengatur skor bola.

Ketua FIFA Sepp Blatter bereaksi dengan berkata, sepak bola global tidak memberi toleransi apa pun dengan segala bentuk manipulasi skor pertandingan. Perlu ditemukan dan dilakukan “sistem pengawasan dini” agar perilaku mafia skor laga tidak merusak sportivitas sepak bola. Perlu juga ditemukan pola-pola sistematis dari aksi judi bola agar aksi mafia pengatur skor tidak menjadi-jadi.

Eropa-Dijuluki-Raja-Pengaturan-Skor-Dunia

Pejabat penyelidik asal Jerman yang juga menjadi ahli dalam menyelidiki skandal-skandal judi olah raga, Friedhelm Althans menunjuk bahwa segala aturan yang mencegah skandal pengaturan skor tidak berdaya menghadapi aksi mafia judi bola eropa itu.

Dalam sebuah jumpa pers, ia menyatakan, sistem pengawasan dini yang diberlakukan oleh FIFA dan UEFA “masih jauh dari kisah sukses”. Mantan petugas UEFA yang merancang perangkat sistem itu mengatakan sistem pengawasan dini itu berfungsi ketika seseorang tengah melakukan pangaturan skor pertandingan, dan merekam jumlah uang yang relatif besar yang digunakan dalam aksi judi bola.

Sistem itu kedapatan “tidak berfungsi” alias melempem ketika menjejak jumlah uang yang relatif kecil di berbagai aksi taruhan judi bola. “Mereka mengenali rumah-rumah judi bola di Eropa, umumnya perusahaan itu semi-ilegal dan ilegal yang berkedudukan di Asia,” kata mantan petugas di UEFA.

Sejumlah aksi pengaturan skor bola pernah terjadi. Skandal “calciopoli” yang menerjang Juventus menjadi monumen getir bagi sepak bola Italia. AC Milan, Lazio, dan Fiorentina tidak luput dari skandal itu dengan memanfaatkan wasit yang mudah diajak main kongkalikong. Ujung-ujungnya, Juventus dilorot ke Serie B dan dua gelar Serie A pada 2005 dan 2006 dibatalkan. Tiga klub itu perolehan poinnya dipangkas.

Pada 1993, presiden klub Marseille Bernhard Tapie kedapatan menyuap para pemain Valenciennes FC di Liga Prancis. Klub itu kemudian diganjar hukuman dari Ligue 1 dan Tapie dikirim ke hotel prodeo. Di Jerman pada 2005, wasit Robert Hoyzer mengaku telah berhubungan dengan sindikat pengatur skor pertandingan asal Kroasia. Sebanyak 2 juta euro telah diguyur sebagai uang sogok bagi pengaturan skor di divisi dua Jerman, divisi tiga dan Piala Jerman. Hoyzer akhirnya dijebloskan ke penjara.

Di Turki pada 2011, dua orang kedapatan bandar judi bola mengatur skor pertandingan dalam pertandingan persahabatan di Turki – Latvia versus Bolovia, dan Latvia versus Bulgaria. Tujuh gol dijaringkan dalam pertandingan itu, dan semuanya dihasilkan dari tendangan penalti. FIFA akhirnya menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi sejumlah pejabat, mereka berasal dari Hungaria dan Bosnia.

Serangkaian drama pengaturan skor oleh ulah para mafia itu jelas-jelas mencoreng jiwa sportivitas sepak bola. Sepak bola sebagai manifestasi dari “homo ludens” menganut salah satu pandangan klasik Yunani bahwa hidup akan terasa panjang apabila dipenuhi dengan perbuatan bermakna (longa est vita si plena est).

Dengan sepak bola, orang dari mana pun dan berasal dari manapun dapat bertemu, berinteraksi bahkan berjualan. Inilah akar masalah munculnya mafia judi bola eropa pengatur skor pertandingan bola. Sama halnya, dengan sepak bola, kini orang dapat menyaksikan tayangan sepak bola dari berbagai liga dunia lewat media elektronik, tanpa mengenal ruang dan waktu. Orang di berbagai belahan dunia manapun dapat menyaksikan kehebatan dari para bintang-bintang bola membela timnya.

Laga demi laga sepak bola dijual untuk dikonsumsi habis-habisan oleh mereka yang telah menjadi budak dari tayangan demi tayangan media. Dalam situasi seperti inilah, mafia judi bola eropa gentayangan bak hantu di taman kayangan bernama sepak bola global.

Nah, dalam lingkup serba konsumtif seperti inilah, aksi mafia judi bola eropa pengaturan skor merebak tumbuh subur di laga bola. Karena sepak bola telah menjadi taruhan olahraga populer, maka pengaturan skor muncul karena di sana bertemu antara pembeli dan penjual dalam ruang besar bernama “shopping mall”.